membaca tanda alam

Membaca Tanda Alam

(Ditulis; Kamis Legi, 19 November 2009, 11.00 BTWI)

Terlahir dan menjalani hidup sebagai anak kampong asli di suatu desa di sebalah timur kota kabupaten wonogiri jawa tengah, saya dan teman-teman kecil ( sekitar tahun 70-an) terbiasa membaca tanda-tanda alam akan terjadinya sesuatu.

Saya dan teman-teman bisa menerka akan datangnya angin putting beliung dengan melihat langit timur yang menghitam disertai adanya ekor hitam di langit dan gemuruh angin dari timur…… Apabila melihat itu maka saya dan teman-teman harus cepat pulang ke rumah apabila sedang bermain di sungai, menggiring piaraan ataupun menghentikan pekerjaan di sawah dan secepatnya pulang tidak boleh berhenti di ladang/sawah. Akan sangat berbahaya di tempat terbuka karena bisa terhisap angin itu.

Apabila datang “hujan aswan atau hujan jilak” yaitu hujan kecil/gerimis tetapi langit masih terang dan ada suara gemerisik yang keras di langit, maka itu pertanda hujan yang menyebabkan penyakit dan petir yang banyak ….. artinya saya dan teman-teman tidak boleh berada ditempat terbuka, karena bila terkena hujan itu bisa menyebabkan flu dan yang paling berbahaya bisa tersambar petir karena adanya perbedaan massa yang extreme yang memicu munculnya petir.

Tanda yang lain dating dari sungai. Karena sungai adalah “taman bermain dan laboratorium” anak desa, maka tidak heran tiap hari orang tua harus cerewet melarang anaknya untuk tidak berenang di sungai pada musim hujan khususnya….. karena banjir bisa tiba-tiba datang meski tidak turun hujan di kampong saya, kadang di hulu sungai hujan tidak datang tapi di hulu sungai hujan.

Untuk memastikan keamanan saya dan temen-temen bisa mendengar datangnya banjir dengan menempelkan kuping di batu besar sungai. Apabila ada suara bergemuruh berarti ada banjir lebih kurang dari 500 m  dari temapt main kami, bergegaslah pake celana ( krn waktu main pada telanjang).

Lain lagi tanda alam akan datangnya musim kemarau…….. apabila waktu pagi matahari terbit di sebelah utara rumah maka itu pertanda akan datangnya musim kemarau. Tanda itu biasanya diikuti dengan tambah dinginnya udara waktu pagi, bergeraknya angin dari arah timur ke barat serta adanya elang bersuara nyaring di siang hari.

Ada lagi tanda akan datangnya kematian di suatu desa atau kampong kami, apabila pada tengah malam ada “burung cangak ulo” burung sejenis burung bangau yang terbang dengan arah membujur kampong kami (dari selatan ke utara) dan bersuara Ngaaak…..ngaaak….ngaaaak, maka dalam waktu tidak terlalu lama maka di kampong kami akan ada warga yang meninggal.

Tanda alam yang paling sering terjadi adalah hawa/cuaca yang dingin sekali pada waktu malam hari padahal waktu itu tidak sedang mussim dingin ….hal ini adalh pertanda akan adanya bayi yang lahir di kampong kami

 

Lampu merah

Lampu Merah

(Ditulis; Kamis Pon, 9 juli 2009, 10.14 BTWI)

Lampu lalu lintas/ traffic light selalu berwarna tiga, hijau, kuning dan merah yang berarti harus berhenti. Tetapi ternyata merah tidak harus berarti berhenti dan hijau boleh jalan, setelah mengamati dalan perjalanan nyata di jalan raya tentunya kadang saya menemukan pelajaran yang berbeda. Merah harus jalan dan hijau harus berhenti.

Dimana letak penyikapannya ? Ternyata ada situasi yang melingkupi dari aturan terbalik tersebut. Meski merah anda harus tetap berjalan, kenapa dan apa iya ? Ya dan ini tidak melanggar aturan. Koq bisa begitu ? Ya, karena anda dibelakang barisan yang panjang sehingga untuk mencapai lampu hijau untuk ijin berjalan anda harus antri dulu yang terkadang anda harus tetap berjalan dengan catatan tidak melewati garis.

Apakah dalam kehidupan nyata terjadi hal seperti itu ? Saya tidak berani menjawab , kadang ada grundelan  sudah berusaha keras, beribadah dan hidup lurus koq masih seperti ini. Ada lagi yang pura-pura tidak tahu kalau cara hidupnya sudah melanggar aturan.  Ada pula yang tidak mau tahu aturan yang penting dapat. Dan yang lebih parah lagi sengaja ngakali aturan agar dapat segalanya. Oalah Gusti…Gusti paringo ngapura lawan petunjuk.

Teladan

………..Jaman sekarang kata ustadz Zainuddin MZ…………banyak sekali orang bisa memberi contoh/teladan…………..tetapi sangat sedikit orang yang bisa menjadi teladan……………

Metafisika Penyakit

Metafisika Penyakit

(Ditulis: Rebo Legi : 4 Maret 2009, 11.50 BTWI, dr. RBY)

Kenyataan ini agak mengagetkan saya secara rasio, tetapi berbekal keyakinan dan khusnudzon/berbaik sangka saya mengamininya.

Berdasarkan nasihat mubaligh/penyebar agama islam : Belilau menyampaikan tentunya dengan penuh keyakinan akan kebenarannya, sebagai berikut :

Beberapa penyakit yang sangat fatal yang saat ini menghinggapi hamper semua “orang hebat dan besar” seperti ginjal, paru-paru dan jantung serta liver, menurut keyakinan beliau bukan sekedar sakit yang disebabkan oleh gaya hidup ataupun oleh virus dan sejenisnya sebagaimana dikenal di dunia medis.

Saya agak terkesima karena ternyata secara metafisika penyakit tersebut ditimbulkan oleh “ Ketidakmampuan kita untuk menyaring dan memakan harta-harta yang tidak halal.” Artinya secara metafisis harta yang tidak halal bukan hanya akan mendatangkan dosa tetapi juga akan merusak jaringan-jaringan yang di karuniakan  Ilahi. Vitamin dan mineral  yang merupakan elemen pembangun tubuh justru akan berbalik menjadi sang destroyer/perusak/ penghancur bagi tubuh.

Rejeki Halal

(Ditulis : Rebo Legi, 4 Maret 2009, 11.30 btwi, dr. Sdr. BDR)

Temen saya diatas melakukan pengamatan tentang keberhasilan hidup anak-anak temen yang dikenal dengan baik baik dari lingkungan sekitar, orang yang dikenal dengan baik, temen-temen sekolah, temen kerja dan pengamatan umum.

Saya agak kerepotan memberi judul tapi yang saya tangkap secara substansil mengisyatkan hal tersebut diatas.

Dari hasil pengamatan menunjukkan anak yang paling berhasil hidupnya ukurannya antara lain karir, capital dan pendidikan anak-anaknya, ketenangan hidup, sebagai berikut :

Sebagai jawara pertama  anak guru

Runner up anak petani

Yang paling gagal tidak saya tuliskan disini dengan harapan tidak melukai siapapun.

Kesimpulan yang diambil : apabila anak dibesarkan dengan harta dari sumber-sumber yang halal dan dibelanjakan dengan cara thoyib/baik meskipun…..sangat sedikit dan kekurangan ………..akan menumbuhkan bibit yang baik/sukses.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.