Lampu merah

Lampu Merah

(Ditulis; Kamis Pon, 9 juli 2009, 10.14 BTWI)

Lampu lalu lintas/ traffic light selalu berwarna tiga, hijau, kuning dan merah yang berarti harus berhenti. Tetapi ternyata merah tidak harus berarti berhenti dan hijau boleh jalan, setelah mengamati dalan perjalanan nyata di jalan raya tentunya kadang saya menemukan pelajaran yang berbeda. Merah harus jalan dan hijau harus berhenti.

Dimana letak penyikapannya ? Ternyata ada situasi yang melingkupi dari aturan terbalik tersebut. Meski merah anda harus tetap berjalan, kenapa dan apa iya ? Ya dan ini tidak melanggar aturan. Koq bisa begitu ? Ya, karena anda dibelakang barisan yang panjang sehingga untuk mencapai lampu hijau untuk ijin berjalan anda harus antri dulu yang terkadang anda harus tetap berjalan dengan catatan tidak melewati garis.

Apakah dalam kehidupan nyata terjadi hal seperti itu ? Saya tidak berani menjawab , kadang ada grundelan  sudah berusaha keras, beribadah dan hidup lurus koq masih seperti ini. Ada lagi yang pura-pura tidak tahu kalau cara hidupnya sudah melanggar aturan.  Ada pula yang tidak mau tahu aturan yang penting dapat. Dan yang lebih parah lagi sengaja ngakali aturan agar dapat segalanya. Oalah Gusti…Gusti paringo ngapura lawan petunjuk.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.